Jayapura, Jubi – Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi akan mengumpulkan donasi buku, dan kain bekas dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Cenderawasih, Jayapura. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk menggiatkan Gerakan Papua Mengajar oleh Akuntansi Mengajar dan Mengabdi.

Hal itu dinyatakan dosen pendamping Komunitas Akuntansi Mengajar dan Mengabdi (Aku Mengabdi) di Universitas Cenderawasih (Uncen), Kurnia Padma. “Kami akan membuat aksi [penggalangan donasi] di seluruh fakultas [Uncen]. Kami [akan] sebarkan undangan untuk  membantu buku, kain bekas. Syukur bahwa kami mendapatkan banyak perhatian fakultas lain,” kata Kurnia Padma di Jayapura, Minggu (22/3/2020).

Kurnia berharap penggalangan donasi buku dan kain bekas itu juga akan menarik minat para mahasiswa untuk menjadi relawan baru Gerakan Papua Mengajar dan Komunitas Aku Mengabdi. Ia berharap para mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Uncen tidak ragu untuk berbagi dan mengajar anak-anak Papua. “Banyak orang di luar sana membutuhkan pertolongan mahasiswa Papua,” kata Kurnia. 

Salah satu aktivis Komunitas Aku Mengabdi, Nely Fonataba menuturkan keterlibatan para mahasiswa Prodi Akuntansi Uncen dalam Gerakan Papua Mengajar dimulai pada 2017, ketika mereka mulai mengajar anak-anak Papua di Buper, Kota Jayapura. Saat itu Fonataba masih mahasiswa semester 2 Prodi Akuntansi Uncen, dan tengah mengikuti Mata Kuliah Hukum Komersial yang diasuh Kurnia Padma.

Fonataba menuturkan Kurnia Padma mengajak para mahasiswa mata kuliah Hukum Komersial itu untuk sukarela mengajar anak-anak Papua. “Saya dan teman-teman diajak oleh dosen kami Kurnia Padma. Beliau memotivasi kami ikut Gerakan Papua Mengajar. Ketika itu kami menggunakan nama ‘Mahasiswa Akuntansi Mengajar’. Seiring waktu berjalan, tanggal 14 Maret 2020 kami menginisiasi [berdirinya] Komunitas Aku Mengabdi,” kata Fonataba di Jayapura, pada 14 Maret 2020 lalu.

Fonataba menuturkan selama ia menjadi relawan Gerakan Papua Mengajar ia justru banyak belajar dari anak-anak Papua yang diampunya. “Kami mengajar adik-adik di Distrik Heram, Waena Kampung, Buper. [Selama itu] kami belajar juga tentang kehidupan, langsung [belajar dari masyarakat,” katanya.

Leave a Comment